Prediksi

Prediksi AC Milan vs Lecce, Liga Italia 19 Januari 2026

Pertandingan AC Milan vs Lecce pada pekan ke-21 Serie A Italia musim 2025/2026 menjadi salah satu laga yang patut disorot. Duel ini akan berlangsung di Stadion San Siro, markas kebanggaan Rossoneri, dengan jadwal kick-off Senin, 19 Januari 2026 pukul 02.45 WIB dan disiarkan melalui live streaming Vidio.

Bagi Milan, laga ini bukan sekadar pertandingan rutin liga. Tiga poin menjadi harga mati demi menjaga jarak dengan para pesaing dalam perburuan Scudetto Serie A. Sementara itu, Lecce datang dengan beban berat karena masih berjuang keluar dari ancaman zona degradasi.

AC Milan tampil sebagai salah satu tim paling stabil di Serie A musim ini. Di bawah arahan Massimiliano Allegri, Rossoneri menunjukkan konsistensi luar biasa sejak kekalahan di pekan pembuka liga. Sejak saat itu, Milan belum tersentuh kekalahan dan terus mengumpulkan poin penting, baik saat tampil dominan maupun ketika harus bertahan di bawah tekanan.

Konsistensi inilah yang membuat Milan tetap berada di jalur persaingan juara. Allegri berhasil membentuk tim dengan keseimbangan antara soliditas lini belakang dan efektivitas serangan, sebuah formula klasik yang kembali terbukti ampuh di Serie A.

Modal positif Milan jelang menghadapi Lecce adalah kemenangan penting atas Como dalam laga tunda. Dalam pertandingan tersebut, Rossoneri sempat tertinggal lebih dulu dan kalah dalam penguasaan bola. Bahkan, Milan harus menghadapi 18 tembakan dari lawan, sebuah situasi yang biasanya berujung hasil negatif.

Namun, Milan musim ini memiliki karakter berbeda. Mereka tidak panik, tetap disiplin, dan mampu memanfaatkan peluang dengan sangat efisien. Kebangkitan Milan berawal dari ketenangan tim dalam mengelola tekanan, sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin krusial.

Salah satu faktor kunci kemenangan Milan atas Como adalah performa gemilang Mike Maignan. Kiper timnas Prancis itu tampil sebagai penyelamat dengan sejumlah penyelamatan krusial jarak dekat yang menjaga asa Milan tetap hidup.

Maignan bukan hanya penjaga gawang, tetapi juga pemimpin lini belakang. Kepercayaan diri yang ia pancarkan memberikan efek besar terhadap stabilitas pertahanan Milan. Setelah momen penyelamatan penting tersebut, Milan langsung meningkatkan intensitas permainan dan tampil lebih efektif di sepertiga akhir lapangan.

Kebangkitan Milan dalam laga kontra Como ditandai oleh gol-gol yang lahir dari efektivitas, bukan dominasi. Christopher Nkunku sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti dengan sempurna, sebelum Adrien Rabiot mencetak dua gol yang memastikan kemenangan.

Statistik ini menegaskan identitas Milan musim ini: tidak harus mendominasi permainan untuk menang. Mereka mampu memaksimalkan peluang sekecil apa pun, sebuah kualitas yang sangat dibutuhkan dalam persaingan panjang Serie A.

Kemenangan tersebut juga mempertegas mental juara Milan. Hingga pekan ini, Rossoneri telah mengoleksi 13 poin dari posisi tertinggal, jumlah tertinggi di Serie A musim 2025/2026. Catatan ini menjadi bukti bahwa Milan memiliki ketangguhan mental dan kepercayaan diri tinggi, bahkan saat berada dalam situasi sulit.

Kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan sering kali menjadi pembeda antara tim penantang dan tim juara. Dalam hal ini, Milan menunjukkan kapasitas yang sangat menjanjikan.

Laga melawan Lecce juga memiliki makna historis bagi Milan. Jika mampu meraih hasil positif, Rossoneri akan semakin mendekati rekor 23 pertandingan liga tanpa kekalahan yang pernah mereka torehkan pada era Fabio Capello musim 1992/1993.

Rekor tersebut menjadi simbol dominasi Milan di masa lalu. Kini, Allegri berpeluang menuliskan namanya kembali dalam sejarah klub dengan membawa Milan mendekati pencapaian legendaris tersebut.

Berbanding terbalik dengan Milan, Lecce justru tiba di San Siro dalam situasi yang tidak ideal. Tim asuhan Eusebio Di Francesco sedang berada dalam tren negatif setelah menelan kekalahan dari Inter Milan, menyusul hasil buruk sebelumnya saat tumbang dari Parma dalam duel sesama tim papan bawah.

Dua kekalahan beruntun ini semakin menekan mental Lecce, terutama karena mereka tengah berjuang menjauh dari zona degradasi.

Tahun 2026 menjadi periode yang sulit bagi Lecce. Hingga saat ini, mereka baru mengoleksi satu poin dan posisinya masih sangat rawan, tepat di atas garis degradasi. Setiap pertandingan kini terasa seperti final, tetapi tekanan justru kerap membuat performa Lecce tidak maksimal.

Di bawah kepemimpinan Di Francesco, Lecce sebenarnya mencoba bermain lebih rapi. Namun, keterbatasan kualitas pemain membuat mereka kesulitan bersaing secara konsisten di level tertinggi Serie A.

Masalah terbesar Lecce terletak pada lini serang. Hingga pekan ke-21, mereka tercatat sebagai tim dengan jumlah gol paling sedikit di Serie A. Kondisi ini kembali terlihat saat Lecce kalah tipis 0-1 dari Inter Milan, di mana mereka gagal mencetak gol meski sempat menciptakan beberapa peluang.

Minimnya ketajaman membuat Lecce sulit mencuri poin, terutama saat menghadapi tim-tim besar seperti Milan yang memiliki pertahanan solid dan kiper kelas dunia.

Dari sisi statistik dan sejarah pertemuan, Lecce juga berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Dalam 28 pertemuan terakhir di Serie A, Lecce hanya mampu meraih satu kemenangan atas Milan. Selebihnya, Rossoneri mendominasi dengan kemenangan dan hasil imbang.

Pada pertemuan pertama musim ini, Milan bahkan berhasil menang 2-0 di kandang Lecce, sebuah hasil yang semakin menegaskan dominasi mereka dalam duel ini.

Melihat performa, statistik, dan mental kedua tim, AC Milan jelas lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan di laga ini. Bermain di San Siro dengan dukungan penuh tifosi, serta membawa misi menekan persaingan Scudetto, Milan memiliki semua modal untuk mengamankan tiga poin.

Sementara itu, Lecce membutuhkan lebih dari sekadar permainan disiplin untuk mencuri hasil positif. Tanpa peningkatan signifikan di lini serang, peluang mereka untuk menahan laju Rossoneri terbilang sangat kecil.

Pertandingan Milan vs Lecce diprediksi akan menjadi panggung bagi konsistensi dan mental juara Milan, sekaligus ujian berat bagi Lecce dalam perjuangan mereka bertahan di Serie A.

Prediksi Susunan Pemain Milan vs Lecce

Milan (3-5-2): Maignan; Tomori, Gabbia, De Winter; Saelemaekers, Loftus-Cheek, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Pulisic, Leao

Pelatih: Massimiliano Allegri

Lecce (4-2-3-1): Falcone; Kouassi, Gabriel, Siebert, Gallo; Coulibaly, Ramadani; Pierotti, Gandelman, Sottil; Stulic

Pelatih: Eusebio Di Francesco

Head to Head Milan vs Lecce

5 pertemuan terakhir

24/09/25 AC Milan 3-0 Lecce
30/08/25 Lecce 0-2 AC Milan
09/03/25 Lecce 2-3 AC Milan
28/09/24 AC Milan 3-0 Lecce
06/04/24 AC Milan 3-0 Lecce
 

 

Prediksi Tottenham Hotspur vs Chelsea, Liga Inggris 2 November 2025

31 Oct 2025
|
Editor 1

Prediksi Liverpool vs Ipswich Town, Liga Inggris 25 Januari 2025

24 Jan 2025
|
Editor 1

Prediksi Manchester United vs Aston Villa, Liga Inggris 25 Mei 2025

25 May 2025
|
Editor 1

Prediksi AS Roma vs Genoa, Liga Italia 18 Januari 2025

17 Jan 2025
|
Editor 1